Seorang manusia yang maksum, yang dijamin error-free, telah menyatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang manusia yang BERMANFAAT.
Sound great to me.
Then, I think “hidup sekali lalu mati..sayang kalo nggak punya arti”.
So..i tell to my self:
Supaya bisa bermanfaat, aku mesti sehat. Sehat lahir batin. Kalo aku sakit tidak bisa menolong orang lain, malah perlu ditolong, jadi beban buat yang laen. Jadi, aku akan olahraga & istirahat yang cukup, makan yang bergizi bukan sekedar yang enak. Dari sisi mental, aku akan banyak bersyukur, mendengarkan musik-musik bagus, nonton film berkualitas, lebih melihat sisi baik orang instead of sisi jeleknya, aku akan selalu tersenyum dan menikmati hidup..
Supaya bisa bermanfaat, aku mesti punya duit. Jaman sekarang, walaupun duit bukan segalanya tapi segalanya perlu duit. Banyak yang bisa aku tolong kalo punya cukup duit. Money has great power. Oya, spiderman said: great power, great responsibility..Btw, duit yang aku punya harus berasal dari sumber yang halal. Sebanyak apapun, tapi nggak halal, aku sangat yakin nggak akan berkah. Ustadz bilang memakai uang haram untuk ibadah itu laksana mensucikan diri tapi dengan air najis. Hasilnya nggak bakalan suci..
Supaya bisa bermanfaat, aku mesti pinter. Menasehati orang dengan petunjuk yang salah, karena kebodohan aku, justru bisa menjerumuskan orang tersebut. Orang audit bilang GIGO: garbage in garbage out. Kalo inputnya sampah, keluarnya ya sampah juga :”P Oya, aku yakin, biar pinter aku bisa belajar dari mana saja. Tidak harus dari kuliah atau kursus, tapi bisa dari buku, dari ngobrol sama orang, mempelajari alam sekitar, dari film, atau dari manapun yang aku lihat atau dengar atau rasakan. Aku akan dengan senang hati sharing, berbagi yang aku tahu, dengan orang yang memerlukan.. aku akan jadi pohon yang lebat dan berbuah banyak, tidak menjadi keledai yang memanggul kitab-kitab pengetahuan di punggungnya..
Supaya bisa bermanfaat, aku mesti mandiri. Mandiri terutama dimulai dari sikap mental. Aku mesti meyakinkan diri kalau aku sudah dewasa, sudah gedhe, sudah bisa mengurus diri sendiri. Nggak punya mental pengemis. Tapi aku sadar kalo 100% mandiri tidaklah mungkin, karena aku juga makhluk sosial, tinggal di komunitas manusia, bukan di hutan. Lagian, seperti kata Stephen R Covey, hidup bermasyarakat yang paling baik adalah kesaling tergantungan = hubungan saling membutuhkan dari pribadi-pribadi yang mandiri.
Supaya bisa bermanfaat, aku mesti approachable, bisa dideketin sama siapa saja. Orang nggak boleh takut sama aku, justru senang sharing suka & suka sama aku. Jadi, aku akan menjaga penampilan dan lebih behave, mau mendengarkan dan menunjukkan simpati. Intinya, I open my self to de world.
Supaya bisa bermanfaat, aku mesti always stay positive. Aku percaya kalo otak memancarkan gelombang energi positif atau negative sesuai yang aku pikirkan, jadi aku akan selalu berusaha positive thinking dan menularkannya ke orang lain. Selalu menjaga kesadaran supaya aku tidak melakukan self sabotage. Berusaha sebisa mungkin meng-inspire others to be more positive. Masih inget dulu dosenku bilang “good teacher.. teaching; best teacher.. explaining; great teacher.. inspiring”.
Supaya bisa bermanfaat, aku nggak mesti nunggu jadi kaya dulu, atau bener-bener fit dulu, atau mandiri dulu atau jadi orang jenius dulu, buat bantuin orang. Aku yakin semua bisa dilakuin bareng. Walaupun hasilnya belum tentu yang terbaik tapi yang penting sudah ada niat dan usaha untuk melakukan sebaik mungkin =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar