Wanita memang makhluk yang misterius.
Tuhan menciptakan mereka begitu lembut, terlihat "rapuh".. tapi ternyata banyak wanita yang lebih tahan banting daripada pria.
Sifat wanita, begitu juga dengan pria, tidak bisa disamaratakan. Banyak hal yang bisa mempengaruhi terbentuknya karakter wanita.
Ada satu karakter yang tiba-tiba mengusik pikiranku, yaitu tentang memaafkan.
Pengalaman hidup mengajarkan bahwa wanita yang merasa ter-dzalim-i, cenderung menjadi lebih mengasihani diri sendiri ketika pihak yang dianggap men-dzalim-i itu meminta maaf.
Meminta maaf adalah hal yang mulia dan tidak setiap orang mempunyai nyali untuk melakukannya. Tetapi meminta maaf kepada wanita yang sedang merasa ter-dzalimi oleh kita, tidak pas dilakukan seketika itu juga. Apalagi bila permintaan maaf digunakan sebagai kalimat pembuka, maka perasaan wanita akan menjadi sangat sensitif. Perasaan diri sebagai "korban" akan muncul begitu kuat di hati wanita, sehingga proses memaafkan justru malah menjadi terasa sangat berat.
Akan lebih bijak bila sebelum meminta maaf, wanita diajak berbicara dulu, dari hati ke hati, menyamakan persepsi, menyelaraskan pikiran, menyelipkan sedikit canda, sampai senyum mulai terlihat di wajah wanita. Nah, saat mulai muncul senyum itulah saat yang tepat untuk meminta maaf. Kemungkinan penerimaan maaf berada di titik maksimum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar